Wednesday, April 14, 2010

SURGA ITU ADA DI TELAPAK KAKI IBU


Pada waktu kecil, ketika kita mendengar kalimat "surga di telapak kaki ibu", kita akan melihat telapak kaki ibu kita dan kemudian mencari surga itu. Dengan wajah yang bingung, kita memikirkan ada di mana surga itu. Dan ibu pun bertanya "Sedang mencari ap nak?". Dengan lugunya kita menjawab "Surga yang ada di telapak kaki ibu". Ibu tersenyum dengan agak sedikit geli dan kemudian menjelaskan semua itu. "Bahwa surga di telapak kaki ibu itu merupakan istilah yang berarti Ridho Alloh merupakan Ridho Ibu. Segala sesuatu yang kamu kerjakan apabila tanpa ridho dari Ibu, tidak akan mendapat ridho dari Alloh dan itu akan mempersulit kamu". Walaupun sedikit tidak menngerti di saat dewasa sekarang kita pun mengerti apa itu surga di telapak kaki ibu. kita harus menghormati ibu kita dan menyayanginya sebagaimana beliau menyayangi kita. Betapa sangat durhakanya kita bila kita membangkang dan tidak menghormati beliau. Dengan jasa beliau yang sangat besar menjaga kita mulai dari kandungnya hingga dewasa seperti sekarang ini, beliau tidak sedikitpun meminta balasan dari kita. Betapa mulianya beliau. Pada masa sekarang ini, anak-anak jarang mengerti kalimat "surga di telapak kaki ibu". Bahkan mereka tidak ingin tahu apa makna besar dibalik kalimat itu. Yang mereka tahu hanyalah Ibu yang merupakan orang yang melahirkan mereka. Sehingga mereka tidak tahu bagaimana cara menghormati dan memperlakukan Ibu mereka. Mereka memperlakukan Ibu mereka seperti memperlakukan teman sebaya. Tidak ada etika atau sopan santun terhadapnya. Sangat menjijikan sekali tingkah laku mereka. Seakan-akan tidak tahu cara berterima kasih kepada Ibu mereka. Sekali lagi yang membesarkan mereka dan menyayangi mereka. Dan kalian harus ingat SURGA ITU ADA DI TELAPAK KAKI IBU....

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang hampir semua negara menjadikan bahasa resmi setelah bahasa negaranya dan sebagai bahasa resmi di Eropa. Banyak negara, dan juga organisasi internasional yang menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Diantaranya, Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB). Selain itu, sebuah pengetahuan Bahasa Inggris telah menjadi persyaratan dalam sejumlah bidang, pekerjaan dan profesi seperti kedokteran dan komputasi. Sebagai akibatnya orang harus berbicara dalam Bahasa Inggris setidaknya dalam tingkat dasar.
Banyak orang belajar bahasa Inggris, tetapi mengapa hanya sedikit yang bisa berbicara. Agar dapat berbicara bahasa Inggris, orang tersebut harus banyak berlatih. Namun yang menjadi masalah adalah apa yang harus diucapkan untuk berlatih. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komputer melahirkan metode belajar dalam menangkap ilmu-ilmu dasar dengan sempurna dalam waktu yang singkat. Sementara itu, untuk memahami ilmu-ilmu tersebut tidaklah mudah. Untuk membantu proses pembelajaran dalam berbicara Bahasa Inggris, dibuatlah berbagai sarana sebagai alat bantu. Sarana ini juga beragam, mulai dari buku, CD Pembelajaran Interaktif hingga aplikasi pada handphone. Sarana yang terakhir ini adalah sarana dengan menggunakan komponen yang sangat popular dan hampir dimiliki oleh setiap orang.

Tuesday, April 6, 2010

lingkaran

import javax.swing.*;
public class lingkaran {

public static void main(String[] args) {
String temp1 = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan jari-jari : ");
int angka1 = Integer.parseInt(temp1);
int Luas = 2 * 3.14 * angka1 * angka1;
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Luas Persegi = "+luas+);
System.exit(0);
}
}

matematika

import javax.swing.*;
public class matematika {

public static void main(String[] args) {
String temp1 = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Panjang : ");
int angka1 = Integer.parseInt(temp1);
String temp2 = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Lebar : ");
int angka2 = Integer.parseInt(temp2);
int Volume = angka1 * angka2;
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Luas Persegi = "+volume+);
System.exit(0);
}
}

STRESS-NYA IBUKOTA & SEJUKNYA MALAM



Wowww...Kalau sudah mendengar Ibukota, pasti tertuju pada kota Jakarta. Jakarta adalah kota impian masyarakat desa. Banyak orang desa berbondong-bondong ke Jakarta untuk bertempat tinggal, mencari pekerjaan dan lain-lain. Sehingga kota Jakarta menjadi kota yang padat akan penduduk, bangunan-bangunan dan sebagainya. Tujuan orang pindah ke kota jakarta untuk bekerja kini tidak lagi dihiraukan. Efeknya di Jakarta banyak orang pengangguran dan menjadikan orang tersebut untuk melakukan tindak kriminal. Kota Jakarta semakin hari semakin padat. Semakin hari semakin tidak beraturan. Banyak bangunan-bangunan rumah yang tidak pada tepatnya, seperti pada bantaran kali, pinggir rel kereta dan lain-lain. Sampah-sampah pun di mana-mana. Air di kali pun tak jelas warnanya. Pantai di laut pun bukan lagi dikilaukan dengan butiran pasir melainkan limbah-limbah rumah tangga dan pabrik. Polusi udara yang semakin hari semakin menyempitkan pergerakkan paru-paru. Kendaraan yang semakin hari semakin menutupi jalan raya. Itulah kota Jakarta.
Terlepas dari itu semua, kota Jakarta adalah kota penuh memory. Banyak sejarah yang melalui kota itu. Banyak bangunan-bangunan tua yang memiliki cerita. Selain itu juga semua kegiatan kepemerintahan ada pada kota itu. Kota Jakarta yang sangat indah pada malam hari. Apalagi jika dilihat pada ketinggian, hiburan dari kelap-kelip sinar yang menawan dari sudut-sudut bangunan tinggi seolah memberikan penyegaran sesaknya pada siang hari dan dengan dibantunya udara malam hari. Itulah Kota Jakarta yang selalu banyak cerita.

SENSUS PENDUDUK

Sensus penduduk merupakan keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, penyuluhan, dan penerbitan data demografi, ekonomi dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau suatu wilayah. Sensus penduduk di Indonesia sering disebut pencacahan penduduk. Data yang biasa dikumpulkan antara lain nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, dan lain-lain. Hasilnya adalah data jumlah penduduk yang sangat berguna sebagai dokumentasi, perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan. Selain itu, hasil pencacahan dapat memberikan gambaran secara aktual mengenai kondisi penduduk, perumahan, pendidikan dan lain-lain sampai wilayah terkecil. Sejak Indonesia merdeka, sensus penduduk telah dilakukan sebanyak lima kali, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Sensus penduduk tahun 2010 adalah sensus penduduk yang keenam. Sensus penduduk merupakan kegiatan besar yang terdiri dari rangkaian tahapan kegiatan yang diawali dengan perencanaan, persiapan, pengumpulan data, pengolahan data dan penyajian data, dan analisis data. Kegiatan pencacahan 2010 telah dimulai sejak tahun 2007 dan direncanakan seluruh kegiatan akan berakhir pada tahun 2013.
Dalam pencacahan penduduk menggunakan konsep de jure atau konsep dimana seseorang biasanya menetap/bertempat tinggal(usual residence) dan konsep de facto atau konsep dimana seseorang berada pada saat pencacahan. Untuk penduduk yang bertempat tinggal tetap, dicacah dimana mereka biasanya bertempat tinggal. Penduduk yang sedang berpegian 6 bulan atau lebih, dicacah dimana mereka tinggal pada saat pencacahan. Penduduk yang menepati rumah kontrak/kost dianggap sebagai penduduk yang bertempat tinggal tetap.