Friday, October 29, 2010

Artikel "Computer Vision"

Computer Vision

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System).

Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola yang hubungan antara ketiganya dapat dilihat pada gambar berikut.



Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.

Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Beberapa applikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Robotic – navigation and control
2. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
3. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
4. Optical Character Recognition – text reading
5. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
6. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision


Sumber: http://amiki.ac.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=19

Wednesday, October 27, 2010

AKIBAT PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda.

Begitu tertulis dalam laporan studi yang mengambil sampel 219 mahasiswa Ohio State University tersebut. Namun penulis laporan mengatakan, laporannya hanya memperlihatkan kemungkinan hubungan antara penggunaan Facebook dan menurunnya nilai-nilai yang Anda peroleh di sekolah.

Faktanya, jika Anda pengguna Facebook, kemungkinan besar Anda selalu ingin mengetahui status yang dikabarkan oleh teman-teman Anda. Kenikmatan semangkuk baso, asyiknya irama jazz, foto-foto pesta teman-teman dekat Anda, dan pertanyaan-pertanyaan yang berharap mendapatkan komentar karena Anda ingin memastikan seseorang di jaringan pertemanan Anda sedang membaca tulisan Anda memang sangat menggoda hati dan juga menyita waktu Anda. Akhirnya, Anda mungkin terpicu untuk menulis hal-hal tak penting, membaca hal-hal sepele, dan juga berpikir secara tak cerdas.

Untunglah bukan itu yang dilaporkan oleh peneliti Ohio State University. Namun disebutkan bahwa 65% mahasiswa setiap hari mengakses Facebook minimal satu kali dan menghabiskan setidaknya satu jam di laman tersebut. Yang menarik, 79% dari pengguna Facebook merasa bahwa menggunakan laman tersebut tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka. Namun yang terpengaruh adalah nilai ujian.

?Ini ibarat perbedaan antara dapat nilai A dan B,? kata Aryn Karpinski, peneliti Ohio State yang menanyai 219 mahasiswa untuk penelitiannya.

Sumber: Kompas.Com

Kesimpulan:
Artikel di atas membuktikan bahwa ada sebagian masyarakat yang belum dapat memanfaatkan perkembangan telematika dengan baik dan benar. Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia pun banyak yang menyalahgunakan perkembangan telematika seperti itu. Contohnya masyarakat atau khusunya pelajar yang menjadi terbiasa menghabiskan waktu di depan komputer hanya untuk bermain game online, download lagu, dan membuka situs-situs hiburan, diantaranya facebook, twitter dll. Ini mengakibatkan waktu terbuang sia-sia yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk belajar atau mencari informasi-informasi yang lebih berguna. Untuk mengikuti perkembangan telematika bukan berarti menjadikan penggunaan telematika tidak disertai aturan-aturan yang menjadikan suatu telematika negatif. Banyak hal-hal yang seharusnya bisa didapat dengan adanya perkembangan telematika, bukan malah menjadikan perkembangan telematika suatu bomerang bagi pengguna.

Tuesday, October 26, 2010

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa asing. Kata telematika berasal dari kata dalam bahasa Prancis, yaitu telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe.

Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net.

Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan onformatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.

Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia. Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan, sampai seluruh dunia, bahkan ke seluruh angkasa, serta terlaksana dalam sekejap. Kecepatan transmisi elektromagnetik adalah (hampir) 300.000 km/detik, sehingga langsung dikirim begitu sampai, memungkinkan orang berdialog langsung, atau komunikasi interaktif.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka dapat disarikan pemahaman tentang telematika sebagai berikut.

1. Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.

2. Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau kombinasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal tersebut terjadi.

3. Jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.

B. Ragam Bentuk Telematika

Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya[14]. Bentuk-brntuk trsebut adalah.

1. E-goverment

E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja.

E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

2). E-commerce

Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.

Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine - Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

3). E-learning

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dalri pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan.

Peranan web kampus atau sekolagh termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

Hampir seluruh kampus di Indonesia, dan beberapa Sekolah Menegah Atas (SMA), telah memiliki web. Di DKI Jakarta, proses perencanaan pembelajaran dan penilaian sudah melalui sarana internet yang dikenal sebagai Sistem Administrasi Sekolah (SAS) DKI, dan ratusan web yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian tersebar di dunia internet.

Bentuk telematika lainnya masih banyak lagi, antara lain ada e-medicine, e-laboratory, e-technology, e-research, dan ribuan situs yang memberikan informasi sesuai bidangnya. Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Sumber: E-Majalah.com

Kesimpulan:
Dengan adanya perkembangan telematika di indonesia membuktikan bahwa negara indonesia peduli dan butuh akan hadirnya telematika. Banyak sekali keuntungan yang didapat dengan adanya telematika. Diantaranya: masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat, dengan begitu dapat mengurangi tingkat kebodohan/ketidaktahuan masyarakat indonesia. Selain itu, telematika dapat mempermudah suatu aktivitas/pekerjaan yang dapat menjadikan suatu aktivitas tersebut memberikan pengaruh bagi pelaksana, sepeti keefektivan dan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga. Telematika sekarang ini sangat diperlukan dalam segala bidang, misalnya bidang ekonomi yang perusahaan sebagai subjeknya. Hampir semua perusahaan selalu mengembangkan telematika yang ada untuk mempermudah jalannya perusahaan dalam pangsa persaingan dunia. Begitu juga dengan bidang lainnya yang seperti dicontohkan dalam artikel di atas.

Thursday, October 7, 2010

Ilmu Komputer

Ilmu Komputer sudah muncul sejak era tahun 1940 dengan berpadunya teori algoritma dan logika matematika, serta ditemukannya komputer elektronik dengan kemampuan penyimpanan program. Alan Turing dan Kurt Godel pada tahun 1930-an berhasil memadukan algoritma, logika, dan penghitungan matematika serta merealisasikannya dalam sebuah alat. Prinsip algoritma yang digunakan adalah dari Ada Lovelace, yang dikembangkan 60 tahun sebelumnya.

Penemu algoritma itu sendiri tercatat dalam sejarah awal adalah seorang yang bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al Khwarizmi. Al Khwarizmi adalah seorang ahli matematika dari Uzbekistan. Beliau lebih terkenal dengan sebutan Algorizm. Kata algoritma sendiri berasal dari sebutannya ini. Sedangkan komputer analog diciptakan oleh Vannevar Bush pada tahun 1920, dan disusul dengan komputer elektronik yang dikembangkan oleh Howard Aiken dan Konrad Zuse tahun 1930.

Kemudian John Von Neumann menunjukkan salah satu karyanya pada tahun 1945, yaitu sebuah arsitektur komputer yang disebut "von Neumann machine", dimana program disimpan dalam memori. Arsitektur komputer inilah yang digunakan komputer sampai sekarang ini.

Pada tahun 1960 mulailah formalisasi Ilmu Komputer. Jurusan Ilmu Komputer pada universitas-universitas mulai diadakan. Disiplin ilmu baru ini kemudian terkenal dengan sebutan Ilmu Komputer (Computer Science), Teknik Komputer (Computer Engineering), Komputing (Computing), atau Informatika (Informatics).

Ilmu komputer (Computer Science) merupakan ilmu yang mempelajari tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software),. Ilmu komputer merupakan ilmu yang cukup luas, mencakup beragam topik mulai dari masalah teori-teori dasar sampai teknologi aplikasi yang berkaitan dengan komputer, seperti analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret misalnya: bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih kepada pemrograman komputer, dan perangkat lunak (software), sedangkan teknik komputer lebih berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Banyak orang sering yang salah dalam mengartikan istilah tersebut.

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).

Wednesday, October 6, 2010

SISTEM INFORMASI

Sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan mempunyai satu tujuan atau tujuan yang sama. Sedangkan arti dari informasi itu sendiri adalah data yang telah diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencangkup sejumlah komponen seperti manusia, komputer, teknologi informasi dan lain-lain, ada sesuatu yang diproses(data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan. Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi dan telah diterapkan dimana-mana, seperti di bandara, di kantor, di pasar swalayan, bahkan di rumah ketika user menggunakan internet. Tanpa disadari, sistem informasi telah banyak membantu manusia. Sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja sangat berguna bagi kegiatan di segala bidang. Selain itu, sistem informasi juga bisa memberikan informasi yang berguna bagi seseorang untuk keperluan analisis atau pengambilan keputusan.

Kemampuan utama sistem informasi:
  • Melaksanakan komputasi dengan kecepatan tinggi
  • Menyediakan komunikasi dalam suatu organisasi
  • Menyimpan informasi dalam jumlah yg besar
  • Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak dengan murah
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja
  • Menyajikan informasi dengan jelas
  • Mengotomasikan proses-proses bisnis yang manual
  • Memperepat pengetikan dan penyuntingan
  • Pembiayaan yang jauh lebih murah dari pada pengerjaan secara manual

Ada berbagai macam informasi, diantaranya adalah:
  • Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam pemesanan tiket yang secara online
  • Sistem absen di suatu lembaga: mengisi data kehadiran dengan menggunakan menggunakan sidik jari atau biometrik
  • Sistem POS(point of sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan membaca barcode dalam proses pendataan.
  • Sistem berbasis smart card yang digunakan sebagian universitas sebagai kartu tanda mahasiswa
  • Sistem layanan akademis berbasis web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis
  • E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet